Perpustakaan di Era Teknologi Digital
A. Perkembangan Teknologi dan Informasi
Era digital adalah munculnya jaringan internet khususnya teknologi informasi yang sering digunakan untuk menggambarkan teknologi digital. Adanya peralihan ke teknologi informasi digital disebabkan karena adanya pergeseran dalam penyampaian informasi. Teknologi informasi digital dianggap masyarakat mampu memudahkan dalam menerima sumber informasi. Apabila mereka ingin mencari suatu informasi hanya dengan menggunakan smartphone atau internet yang terkoneksi langsung dengan wifi. Cara tersebut dianggap lebih mengoptimalkan waktu mereka dengan sekali klik daripada harus mencari buku ke perpustakaan. Misalnya, mencari informasi dengan google dengan mengetik keyword informasi yang akan dicari lalu tinggal klik, maka akan muncul banyak informasi yang disajikan. Hal tersebut membuat mereka beralih ke teknologi informasi digital. Perkembangan teknologi membuat masyarakat senantiasa berbagi informasi setiap saatnya. Media informasi dijadikan media untuk melihat perkembangan yang sedang update dibicarakan dan menjadi tempat interaksi pengguna satu dengan yang lainnya dalam menanggapi sebuah informasi terkini. Teknologi informasi digital semakin canggih dan membuat perubahan besar. Lahirnya berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak bermunculan. Dalam mengakses suatu informasi dapat melalui berbagai cara sekaligus menikmati fasilitas teknologi digital dengan bebas dan harus terkendali yang memudahkan berbagai kalangan. Tentunya dalam mengendalikan teknologi harus baik dan benar agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya.
B. Keberadaan Perpustakaan di Era Digital (Tantangan dan Peluang Perpustakaan)
Perpustakaan adalah tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya yang terdiri dari buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya. Menurut Sulistyo Basuki (1991) perpustakaan adalah kumpulan buku atau bangunan fisik tempat buku dikumpulkan, disusun menurut sistem tertentu untuk kepentingan pemakai. Tujuan didirikannya perpustakaan untuk kepentingan pembaca dengan koleksi yang dimilikinya dan bukan untuk mencari untung. Dengan demikian, tujuan perpustakaan adalah untuk tujuan sosial bukan untuk komersial. Fasilitas yang biasanya terdapat di perpustakaan diantaranya, rak buku, lemari katalog, perangkat komputer, meja, kursi, dan ruang diskusi. Di perpustakaan terdapat pustakawan yang akan melayani para pemustaka. Namun, seiring berkembangnya era digital, perpustakaan sudah mulai jarang dikunjungi oleh masyarakat. Adanya teknologi informasi di era digital sangat membawa perubahan di segala bidang termasuk perpustakaan. Informasi secara luas tersebar tidak terbatas sehingga perpustakaan menghadapi berbagai macam tantangan. Beberapa tantangan yang dihadapi perpustakaan diantaranya, semakin banyaknya informasi yang tersedia di dalamnya dan bisa diakses oleh berbagai kalangan dengan cepat, mengelola berbagai macam bentuk bahan pustaka yang saat ini tersedia dalam berbagai format, semakin kompleksnya sumber informasi, kemampuan mencari serta menggunaan sumber-sumber informasi. Selain itu, tantangan lainnya yaitu, kemampuan melakukan pengembangan koleksi, mengelola informasi penyimpanan, temu balik informasi, dan kemampuan berkomunikasi yang sangat penting. Hal tersebut membuat pustakawan untuk segera mempersiapkan pengetahuan digital dan inovasi. Selain itu, pustakawan harus aktif memberikan sosialisasi untuk menarik minat masyarakat menggunakan perpustakaan. Layanan informasi harus diberikan kepada masyarakat oleh pustakawan seperti, layanan ruang baca, sirkulasi, dan rujukan. Perpustakaan juga dapat melakukan kegiatan membuka layanan internet yang dapat mengakses berbagai judul buku, membuka layanan konsultasi tentang perpustakaan digital, dan membuka website tentang pengetahuan kepustakaan. Perpustakaan dapat dikatakan penting apabila informasi yang diberikan oleh perpustakaan canggih dan cepat.
C. Perkembangan Teknologi Informasi Terapan di Perpustakaan
Seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, arus teknologi pun semakin maju. Salah satunya teknologi informasi dapat diterapkan di perpustakaan. Setiap perkembangannya, teknologi informasi dapat diterapkan dan dikembangkan di perpustakaan yang menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan perpustakaan tersebut keberadaannya. Penerapan teknologi informasi dapat ditemui di berbagai aktitas dan fasilitas untuk mendukung layanan terhadap pengguna. Perpustakaan harus dapat mengikuti perkembangan kebutuhan pengguna.
Penerapan teknologi informasi di perpustakaan yang paling terlihat ada di dalam bidang layanan perpustakaan diantaranya, layanan sirkulasi yang didalamnya terdapat self-services melalui fasilitas bacording dan Radio Frequency Identification, layanan referensi seperti, tersedianya akses untuk menelusuri sumber-sumber referensi digital dan bahan pustaka lainnya. Lalu, layanan jurnal yang penggunanya akan terbantu jika perpustakaan memberikan kemudahan untuk akses ke dalam e-journal, layanan multimedia dapat memudahkan pengguna memanfaatkan teknologi dalam bentuk video, audio, microfilm, microfische, CD, DVD, laser disk, dan lain sebagainya.
Masyarakat sudah tidak asing lagi dengan internet. Internet terus dibutuhkan dalam kehidupan karena sangat memudahkan dan praktis. Internet harus terdapat dalam layanan di perpustakaan. Media web perpustakaan akan membantu untuk memberikan informasi kepada penggunanya. Akses internet yang disediakan berupa komputer, wifi, web-conferencing, dan OPAC. Untuk itu, perlunya perpustakaan memberikan akses jaringan internet yang lebih luas.
Perangkat komputer dan software yang berkaitan dengan sistem informasi perpustakaan salah satunya adalah SLiMS. SLiMS (Senayan Library Information Management System) adalah sistem manajemen perpustakaan terbuka yang dilesensikan di bawah GPL v3. SLiMS berfungsi untuk membantu pustakawan dalam kegiatan perpustakaan. Dalam aplikasi SLIMS terdapat menu home, OPAC, bibliografi, keanggotaan, sirkulasi, inventarisasi, dan terbitan berkala. Di era digital, perpustakaan semakin jarang dikunjungi terutama dalam layanan teknis. Pustakawan lebih banyak mempunyai banyak waktu yang dapat berkomunikasi langsung dan memberi bantuan langsung kepada pemustaka. Pengolahan koleksi akan lebih cepat dengan komputer. Contohnya, mencetak label koleksi dengan mesin printer akan lebih menghemat waktu dan barcod reader yang dapat mendeteksi koleksi dan langsung diproses. Pemustaka dapat mencari koleksi dengan lebih cepat dan tepat dengan adanya katalog dalam yang muncul di OPAC melalui internet. Katalog online dapat diakses tanpa perlu datang langsung ke perpustakaan. Peran teknologi informasi sangat erat kaitannya untuk memudahkan arus menyampaikan dan menerima informasi.
D. Peran Pustakawan di Era Digital
Di zaman teknologi digital kita dihadapkan dengan arus informasi yang perkembangannya sangat pesat. Internet merupakan tujuan utama mencari atau menggali informasi. Meskipun begitu, peran perpustakaan tidak hilang begitu saja. Perpustakaan masih tetap diperlukan. Perpustakaan harus siap menghadapi dan menyesuaikan teknologi informasi. Terutama peran pustakawan di perpustakaan sangat penting di zaman era digital. Karena pada akhirnya pustakawan akan menjadi penentu keberhasilan sebuah perpustakaan. Pustakawan harus mampu dalam memberikan layanan kepada pemustaka serta inovatif dan berpikir ke depan. Pustakawan memberi layanan informasi yang tepat dalam perpustakaan. Perpustakaan yang menerapkan teknologi informasi memiliki sebutan istilah perpustakaan seperti, perpustakaan digital, perpustakaan tanpa dinding, perpustakaan hibrida, dan perpustakaan maya.
Terdapat beberapa peranan pustakawan diantaranya, pustakawan sebagai mediator pencarian sehingga harus mampu menguasai dan mengetahui koleksi serta sumber informasi, pustakawan sebagai fasilitator, sebagai pelatih pengguna, dan sebagai peneliti. Selain itu, pustakawan sebagai desainer interface jika pustakawan tersebut telah memiliki keterampilan dalam teknologi informasi. Di era digital pustakawan harus memiliki kualifikasi seperti, kemampuan professional yang terbagi dalam kemampuan umum dan kemampuan khusus. Bidang manajemen, organisasi, dan penggunaan teknologi informasi yang dicakup oleh kemampuan umum. Dalam kemampuan khusus misalnya, pustakawan harus menguasai bahasa asing dan kemampuan tersebut disesuaikan dengan hal yang ditangani. Sedangkan kemampuan lainnya yaitu, kemampuan personal seperti softkill yang biasanya melekat pada diri seseorang.
Teknologi informasi merupakan suatu hal yang harus dihadapi oleh pustakawan. Pustakawan menghadapi tantangan berupa kemajuan teknologi tanpa batas. Pustakawan seharusnya berkolaborasi dengan profesi lain. Apabila pustakawan memiliki lingkungan yang mendukung, sosialisasi yang tinggi, dan meningkatkan kinerja professional, maka tantangan yang dihadapi bisa segera teratasi.
Komentar
Posting Komentar